Banyak pedagang menggunakan analisis teknikal untuk menentukan mana yang saham penny Mereka akan menginvestasikan uang mereka di sana. Analisis teknikal berkisar pada pengambilan pergerakan harga historis dan menganalisis polanya untuk membuat prediksi di masa depan. Trader yang menggunakan analisis teknikal hampir selalu menggunakan grafik lilin karena hal ini memberikan gambaran yang lebih baik kepada para trader tentang sesi perdagangan.
Analisis teknikal menggabungkan titik harga historis dengan persamaan matematika untuk membentuk indikator. Indikator ini membuat prediksi pergerakan harga di masa depan jauh lebih sederhana dan akurat. Namun, Anda harus memahami bahwa indikator ini tidak 100% akurat dan sebagian besar gagal memperhitungkan aspek fundamental perusahaan.
Empat Kategori Indikator Teknikal
Indikator dapat dibagi menjadi empat kategori. Kategori-kategori tersebut adalah tren, volume, momentum, dan volatilitas.
Saham Murah & Indikator Tren
Indikator tren mencoba menunjukkan ke mana arah pasar. Ini adalah beberapa indikator paling sederhana karena memvisualisasikan titik tertinggi dan terendah yang membentuk tren tersebut. Beberapa contoh indikator tren adalah MACD (Moving Average Convergence Divergence) dan Parabolic SAR.
Saham Murah & Indikator Volume
Jenis indikator kedua adalah indikator volume. Indikator ini menunjukkan bagaimana volume saham telah berubah selama periode tertentu. Indikator ini penting karena volume dianggap sebagai salah satu indikator konfirmasi yang paling andal. Misalnya, jika MACD menunjukkan tren bullish dengan volume yang kecil, para trader akan mengira itu adalah false breakout. Salah satu indikator volume standar adalah Chaikin Money Flow.
Saham Murah & Indikator Momentum
Indikator momentum membantu para trader menganalisis kekuatan sebenarnya dari suatu tren. Ini berarti para trader dapat memprediksi dengan lebih akurat kapan pemulihan atau pembalikan tren akan terjadi. Secara lebih umum, indikator ini membantu mengidentifikasi titik tertinggi dan terendah suatu saham. Beberapa indikator momentum yang paling sering digunakan antara lain RSI (Relative Strength Index) dan Stochastics.
Saham Murah dan Indikator Volatilitas
Jenis indikator terakhir adalah indikator volatilitas. Setiap saham memiliki tingkat volatilitas yang berbeda. Ini membantu investor menganalisis seberapa besar pergerakan harga saham secara realistis dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, saham penny memiliki volatilitas yang jauh lebih tinggi dan dapat bergerak 10% dalam 10 menit. Sebagai perbandingan, saham seperti Facebook dan Amazon bergerak jauh lebih lambat karena volatilitasnya yang lebih rendah. Indikator volatilitas membantu mengidentifikasi seberapa besar perubahan harga dalam periode tertentu. Contoh indikator volatilitas adalah Bollinger Bands.
Saat Anda membaca indikator-indikator tersebut, Anda dapat memahami mengapa indikator-indikator itu penting. Semuanya membantu investor memprediksi ke mana harga saham mungkin akan bergerak. Ini membantu menempatkan para trader pada posisi untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin secara efisien. Seorang trader harus siap menghadapi arah pergerakan pasar apa pun. Ini membantu mengurangi kerugian atau memposisikan trader untuk masuk ke dalam perdagangan secara optimal.
#1: Moving Average Convergence Divergence (MACD)
Ini adalah indikator tren pertama. MACD adalah salah satu indikator yang paling umum digunakan dan banyak orang menggunakannya tetapi gagal memahaminya sepenuhnya. Indikator MACD terdiri dari tiga hal: garis cepat, garis lambat, dan histogram.
Memahami MACD dalam format teks bisa sedikit rumit. Garis cepat pada MACD adalah rata-rata bergerak dari selisih antara 2 rata-rata bergerak lainnya. Rata-rata bergerak lainnya tersebut dikenal sebagai rata-rata bergerak cepat dan rata-rata bergerak lambat. Garis lambat pada MACD adalah rata-rata bergerak dari garis cepat selama periode tertentu. Histogram menunjukkan perbedaan antara garis cepat dan lambat MACD.

Sebagai contoh, pengaturan umum untuk indikator MACD adalah MACD (12,26,9). Untuk menghitung garis cepat, kurangi rata-rata pergerakan 12 periode dan 26 periode. Angka “9” berlaku untuk garis lambat dan mewakili rata-rata pergerakan 9 periode dari garis cepat.
Apa Itu Konvergensi/Divergensi?
Saat melihat histogram MACD, Anda dapat melihat konvergensi dan divergensi. Dua hal berbeda menunjukkan hal ini pada indikator tersebut. Pertama, ketika Anda melihat batang histogram semakin besar; ini menunjukkan divergensi. Jika Anda melihatnya semakin kecil, maka konvergensi sedang terjadi. Garis cepat dan lambat juga menunjukkan hal ini. Ketika keduanya terpisah, terjadi divergensi. Jika keduanya mendekat, maka konvergensi sedang terjadi.
Baca Selengkapnya tentang Dasar-Dasar Saham Murah
Persilangan pada MACD biasanya menandakan pembalikan tren. Ketika ini terjadi, perbedaan antara garis cepat dan garis lambat adalah 0, dan tidak akan ada apa pun pada histogram. MACD adalah indikator lagging, yang sangat baik untuk mengkonfirmasi tren daripada memprediksinya.
#2: Parabolic Stop and Reverse (SAR)
Indikator tren kedua dikenal sebagai Parabolic SAR. Ketika Anda menerapkan indikator ini pada grafik Anda, banyak titik akan muncul. Titik-titik ini ditempatkan di atas dan di bawah harga dan mencoba menunjukkan ke mana harga saham mungkin akan bergerak. Jika titik-titik berada di bawah harga, ini merupakan indikasi bahwa saham tersebut mungkin memasuki tren naik. Jika di atas harga, ini menandakan potensi tren turun.

Parabolic SAR paling berguna ketika terdapat tren yang jelas. Indikator ini tidak membantu ketika harga saham bergerak mendatar karena adanya noise yang dapat memengaruhi titik-titik SAR.
#1: Indeks Arah Rata-Rata (ADX)
ADX berkisar dari 0 hingga 100, yang membantu para trader mengidentifikasi kekuatan suatu tren. Angka 0 pada skala menunjukkan tren terlemah, sedangkan 100 adalah tren terkuat. Ketika tren turun di bawah 20, itu dianggap sebagai tren lemah. Jika naik di atas 50, maka tren tersebut kemungkinan besar kuat.

ADX sangat bagus untuk mengidentifikasi potensi false breakout. Hal ini menjadikan ADX sebagai indikator yang sangat komplementer. Anda dapat menggabungkannya dengan indikator MACD untuk menunjukkan kemungkinan tren dan kemudian menunjukkan kekuatan tren tersebut. Memvisualisasikan momentum dengan ADX membantu trader masuk ke posisi trading ketika momentum kuat dan keluar ketika momentum lemah.
ADX, seperti moving average, adalah indikator yang tertinggal. Ini berarti penggunaan ADX akan lebih berharga setelah tren yang kuat.
#2: Stokastik
Indikator momentum ini dapat mengidentifikasi kapan suatu tren melemah dan akan segera berakhir. Garis Stochastic juga bernilai dari 0 hingga 100. Indikator ini menunjukkan kapan suatu saham mengalami kondisi oversold atau overbought. Stochastic terdiri dari dua garis, yang biasanya digambarkan di bawah grafik saham.

Ketika garis berada di bawah 20, tren naik kemungkinan akan terjadi karena saham mengalami oversold. Sebaliknya, jika berada di atas 80, tren turun diperkirakan akan terjadi karena overpurna beli. Indikator ini juga merupakan indikator lagging, dan kehati-hatian yang sama seperti pada ADX berlaku di sini juga.
#3: Ichimoku Kinko Hyo (Awan Ichimoku)
Sementara Ichimoku Cloud Ini juga merupakan indikator momentum, namun sedikit lebih kompleks dengan lebih banyak atribut. Indikator ini juga mencoba memprediksi momentum harga, support, dan resistance di masa depan. Indikator ini memiliki empat garis yang tumpang tindih dengan grafik saham, bukan berada di bawah grafik.
Keempat garis tersebut disebut Kijun Sen., Tenkan-sen, Rentang Chikou, Senkou SpanBerikut adalah rincian semua lini dan bagaimana lini tersebut dapat memengaruhi keuntungan trading Anda.

Garis Kijun Sen juga dikenal sebagai garis standar. Garis ini dihitung dengan merata-ratakan harga tertinggi dan terendah dari 26 periode perdagangan terakhir. Garis ini biasanya digunakan untuk mengkonfirmasi tren; jika harga melampaui garis ini, diperkirakan akan terus naik.
Tenkan Sen disebut juga garis balik. Garis ini ditemukan seperti Kijun Sen, yang merata-ratakan titik tertinggi dan terendah, tetapi selama sembilan periode perdagangan. Garis ini dianggap sebagai cara kedua untuk mengkonfirmasi tren. Jika miring ke atas, pasar sedang tren naik, dan sebaliknya jika miring ke bawah.
Apa Itu Chikou Span?
Chikou Span disebut juga sebagai garis tertinggal. Garis ini mengambil harga penutupan sesi perdagangan saat ini dan memplotnya 26 periode perdagangan ke belakang. Chikou Span dapat digunakan sebagai indikator tren. Misalnya, jika garis ini memotong harga dari bawah ke atas, maka harga kemungkinan akan naik dalam 26 periode.
Baca Selengkapnya
Bagian terakhir adalah Senkou Span, yang terdiri dari 2 garis terpisah. Garis pertama diperoleh dengan merata-ratakan Tenkan Sen dan Kijun Sen dan memplotnya 26 periode ke depan. Garis kedua diperoleh dengan merata-ratakan titik tertinggi dan terendah selama 52 periode perdagangan terakhir. Kemudian, seperti garis pertama, Anda memplotnya 26 periode ke depan. Bagian dari Ichimoku Cloud ini menyediakan garis support dan resistance dinamis untuk membantu trader melakukan perdagangan yang lebih efektif.
#4: Indeks Kekuatan Relatif (RSI)
Mengenai saham penny dan kekuatan relatifIndikator momentum ini mirip dengan ADX dan Stochastic karena letaknya berada di bawah grafik saham. Selain itu, indikator ini juga memiliki rentang nilai 0 hingga 100. Indikator ini mengidentifikasi apakah suatu saham mengalami overbought atau oversold di pasar.
Biasanya, saham dengan RSI di bawah 30 dianggap oversold (terlalu banyak dijual). Jika RSI di atas 70, pasar overbought (terlalu banyak dibeli). Trader yang lebih berpengalaman akan mengubah nilai tersebut menjadi 20 dan 80 untuk mengurangi kemungkinan terjadinya false breakout (penawaran palsu).

Indikator ini dapat membantu investor menemukan di mana tren baru dimulai dengan menunjukkan di mana titik tertinggi dan terendah berada. Selain itu, RSI dapat digunakan untuk mengkonfirmasi tren. Jika RSI di atas 50, pasar kemungkinan besar sedang dalam tren naik.
Indikator RSI dapat memiliki dua arti berbeda bagi dua jenis perdagangan yang berbeda. Di satu sisi, Anda dapat memilih saham lebih awal untuk mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan, tetapi ini lebih berisiko karena tren belum terkonfirmasi. Di sisi lain, indikator ini masih memungkinkan investor untuk menunggu konfirmasi, tetapi hal itu akan mengurangi margin keuntungan. Perbedaan utama antara kedua jenis pedagang ini adalah toleransi risiko mereka.
#1: Bollinger Bands
Indikator Bollinger Bands menggunakan rata-rata pergerakan sederhana, kemudian dua garis tambahan diplot dua standar deviasi dari rata-rata pergerakan tersebut. Kedua garis itulah yang membentuk pita Bollinger. Anda dapat menilai kondisi pasar berdasarkan seberapa sempit atau lebar pita tersebut. Jika sempit, pasar dianggap tenang, dan jika lebar, pasar dianggap ramai.
- Dasar-Dasar Perdagangan Opsi: Panduan untuk Pemula
Indikator ini serbaguna dan dapat digunakan di pasar yang sedang tren maupun pasar yang bergerak dalam kisaran tertentu. Pasar yang bergerak dalam kisaran tertentu terjadi ketika suatu saham diperdagangkan mendatar. Jika suatu saham diperdagangkan mendatar, Bollinger Bounce dapat terjadi. Ini terjadi ketika harga saham naik dan turun, memantul dari garis-garis pita indikator.

Dengan kata lain, garis-garis pita tersebut bertindak sebagai garis support dan resistance untuk harga saham. Bollinger Bands memungkinkan investor untuk menilai kapan harus membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi dengan lebih fleksibel.
Cara lain untuk memanfaatkan Bollinger Bands adalah di pasar yang sedang tren. Ini dilakukan melalui penggunaan Bollinger Squeeze. Hal ini terjadi ketika pita-pita mulai saling mendekat, menandakan potensi terjadinya breakout. Masalah utamanya adalah breakout tersebut bisa ke atas atau ke bawah. Ini menjadi masalah karena Bollinger Bands tidak menunjukkan ke arah mana breakout akan terjadi.
Tidak ada trader yang hanya mengandalkan satu indikator. Hal ini karena potensi terjadinya false breakout, di mana investor mengira sesuatu akan terjadi, tetapi justru sebaliknya yang terjadi. Akibatnya, mereka akan kehilangan uang. Untuk mengurangi masalah ini, investor menggabungkan beberapa indikator untuk memastikan apakah mereka menyukai apa yang mereka lihat atau tidak.
Ini akan membuat perdagangan Anda jauh lebih tepat sasaran dan mudah-mudahan memberi Anda lebih banyak keuntungan daripada kerugian. Berikut beberapa contoh yang dapat Anda manfaatkan:
#1: Bollinger Bands & Indeks Kekuatan Relatif
Misalnya, Anda memiliki saham yang trennya menurun di dalam Bollinger Bands. Saat saham terus naik, Anda melihat bahwa pita-pita tersebut mulai menyempit. Ini berarti Bollinger Squeeze akan segera terjadi. Ingat, kita tidak dapat mendeteksi apakah trennya akan naik atau turun. Di sinilah RSI berperan untuk membantu mengatasi situasi ini.
Dalam rentang waktu yang sama, RSI menunjukkan bahwa saham tersebut mengalami oversold sementara pita-pita (bands) menyempit. Ini berarti bahwa berdasarkan RSI, saham tersebut diperkirakan akan memantul kembali dan bergerak naik. Ini akan menjadi sinyal beli yang kuat bagi banyak investor.
#2: Indeks Kekuatan Relatif, Indeks Arah Rata-Rata, & Volume
Bayangkan ini, sebuah saham telah diperdagangkan mendatar dan menunjukkan tanda-tanda potensi kenaikan. Potensi ini didukung oleh RSI, yang menunjukkan saham tersebut berada dalam kondisi oversold. Namun, sebagai seorang trader, Anda tahu bahwa saham tersebut dapat terus turun, jadi Anda memeriksa volume perdagangan. Anda melihat bahwa volume tidak meningkat, yang berarti mungkin tidak akan ada pergerakan naik.
Seminggu berlalu, dan saham tersebut akhirnya bergerak naik. Anda mempertimbangkan untuk masuk karena saham tersebut sedang bergerak naik yang tidak ingin Anda lewatkan. Di sinilah ADX berperan untuk menyelamatkan uang Anda. Anda melihat bahwa ADX berada di bawah 20, yang menunjukkan bahwa trennya sangat lemah. Akibatnya, Anda menunda untuk melakukan perdagangan untuk melihat apa yang terjadi. Dan benar saja, pergerakan saham berhenti dan mulai bergerak turun. Krisis berhasil diatasi.
Data dapat memberikan beberapa wawasan tentang potensi pasar perusahaan tertentu. Tetapi tidak ada yang bisa menggantikan pendidikan. Mempelajari cara berdagang jauh lebih berharga daripada sekadar menemukan saham unggulan berikutnya dari akun media sosial acak.
© StocksNewsWeather.comSebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh SMMS Group Inc. Seluruh hak dilindungi undang-undang. 2015-2025 & Hingga saat ini. Penolakan tanggung jawab